untitle

Pada senja yang entah sudah keberapa kali…Aku masih saja menunggumu di perbatasan siang dan malam.
kau pernah mengucap janji pertemuan setelah waktu yang kau bentangkan begitu lama, bahkan terasa mati untuk melewatkannya.

Kau masih saja menyebutku; Gadis penuh mimpi.
hanya karena aku yang tak pernah lelah untuk bermimpi bersamamu, selamanya.
aku masih ingat bagaimana tertawamu yang renyah, ketika aku bergulat manja di dadamu yang bidang, sambil membisikan: “Aku masih rindu kamu, walaupun ini sudah 3jam pertemuan kita.”

Kau selalu bilang, tak ada yang perlu di lebih-lebihkan diantara kita.
kita hanya masa lalu yang tak pernah cukup puas dengan perasaan rindu yang sebenarnya membelengu kita untuk melangkah.
Tapi, kalaupun kita tidak pernah bersama: mungkin aku tak akan se-terlalu pemimpi ini.

berulang kali, entah sudah berapa kali kalender aku balik untuk tanggal-tanggal berikutnya…
Aku masih menemukan namamu sebagai rencanaku esok hari, sebagai impian terbesarku.
Sering seperti ini, aku melarutkan diri dlm tulisan di ambang senja.
menulis manis apa saja tentangmu.

dari yang selalu memimpikanmu, Aviandani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s